HUBUNGAN TEKNOLOGI
DAN INFORMASI TERHADAP BIDANG KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH:
I GEDE AGUS PRAYOGI
PRATIWI LAGO
PROGRAM KHUSUS
JURUSAN S 1 KEPERAWATAN
STIKES WIDYA
NUSANTARA
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya, maka
penulis dapat menyelesaikan makalah kesehatan yang merupakan tugas dalam mata
kuliah manajemen keperawatan dengan judul “Hubungan Teknologi Informatika dan
Komunikasi Terhadap Bidang Keperwatan”.
Penulis menyadari
dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan sehingga
penulis belum mampu memenuhi harapan pembaca. Oleh karena itu dengan segala
kerendahan hati menerima kritikan dan saran demi kesempurnaan penulisan makalah
dikemudian hari.
Palu, 28 Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar ..................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................. ii
BAB I Pendahuluan .......................................................................................... 1
- Latar Belakang ......................................................................................... 1
- Tujuan ....................................................................................................... 2
- Manfaat .................................................................................................... 4
- Pengertian ............................................................................................... 4
- Perawat dan Tehnologi ........................................................................ 7
- Fungsi PDA bagi Perawat ................................................................... 9
- Perkembangan PDA di Indonesia ....................................................... 10
- Kecenderungan dan Isu dalam Bidang Sistem Informasi Manajemen Keperawatan di Indonesia..............................................14
BAB III Penutup ............................................................................................. 15
- Kesimpulan ......................................................................................... 15
- Saran .................................................................................................... 15
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah
mempengaruhi aktivitas pengelolaan data dan informasi di bidang keperawatan.
Peluang penerapan teknologi informasi dan komunikasi menjadi semakin luas
ketika keperawatan dihadapkan kepada tuntutan masyarakat terhadap pelayanan
yang berkualitas sehingga para perawat harus menyediakan waktu asuhan langsung (direct
care) kepada pasien yang lebih lama dan berkualitas.Teknologi membantu
perawat mengurangi waktu dokumentasi dan mengalihkannya untuk direct care
Integrasi aktivitas keperawatan dengan pengelolaan data
dan informasi telah memunculkan terminology informatika keperawatan. Di luar
negeri, informatika keperawatan berkembang pesat pada seluruh aktivitas
keperawatan, baik dalam bidang pelayanan, pendidikan maupun riset keperawatan.
Sehingga sangat dibutuhkan adanya bantuan dari
perkembangan ilmu tehnologi terhadap pengetahuan keperawatan maupun
keterampilan serta tidak mundurnya kualitas perawatan karena sebagian besar
perawat telah memiliki kemampuan dalam mengakses ilmu pengetahuan melalui media
computer.
B.
Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah:
1.
Tujuan Umum
Secara
umum dapat menjelaskan bagaimana hubungan dan pengaruh perkembangan Teknologi
Informasi terhadap Ilmu Keperawatan.
2.
Tujuan Khusus
a.
Mampu menjelaskan pengaruh computer terhadap pelayanan bidang
keperawatan
b.
Mampu menjelaskan pengaruh internet terhadap pelayanan bidang
keperawatan
c. Mampu menghubungkan perkembangan Teknologi Informasi terhadap Ilmu
Keperawatan
C.
Manfaat
Dapat dijadikan sumber bacaan bermanfaat dan
menjadi referensi dalam pembuatan suatu karya tulis ilmiah yang membahas
tentang hubungan perkembangan ilmu teknologi terhadap bidan keperawatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Informatika keperawatan merupakan integrasi dari
keperawatan, informasi dan manajemen informasi dengan pemrosesan informasi dan
penggunaan teknologi komunikasi untuk mendukung upaya kesehatan (ICN, 2006).
Informatika keperawatan didefinisikan oleh ANA (American
Nursing Ascociation) sebagai perkembangan dan evaluasi aplikasi, alat, proses
yang membantu perawat mengelola data dalam melaksanakan asuhan kepada klien
atau dalam mendukung praktik keperawatan (ICN, 2006).
Informatika keperawatan adalah penggunaan teknologi
informasi sehubungan dengan tiap fungsi yang ada dalam bidang keperawatan dan
dilakukan oleh perawat dalam pelaksanaan tugas mereka. Hal ini mencakup
perawatan pasien, administrasi, pendidikan, dan penelitian (Hannah, 1985).
Informatika keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer,
ilmu informasi, dan ilmu keperawatan yang dirancang untuk membantu manajemen
dan pemrosesan data, informasi, dan pengetahuan keperawatan untuk menunjang
praktek keperawatan dan penyampaian layanan keperawatan (Graves & Corcoran,
1989).
Informatika keperawatan adalah upaya ilmiah multi
disiplin untuk analisis, formalisasi, dan pemodelan cara perawatm engumpulkan
dan mengelola data, memproses data menjadi informasi dan pengetahuan,
membuat
keputusan berbasis-pengetahuan dan inferensi bagi perawatan pasien, serta
menggunakan pengetahuan empiric dan berdasarkan pengalaman ini untuk memperluas
wawasan dan meningkatkan kualitas praktek professional mereka (Goossen, 1996).
B.
Perawat dan Tehnologi
Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai
kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai
standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi dan yang sangat
penting adalah disertai dengan sistem pendokumentasian yang baik. Namun pada
realitanya dilapangan, asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar manual
dan konvensional, belum disertai dengan sistem /perangkat tekhonolgi yang
memadai. Contohnya dalam hal pendokumentasian asuhan keperawatan masih manual,
sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya
kelalaian dalam praktek. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem
pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan Sistem
Informasi Manajemen. Salah satu bagian dari perkembangan teknologi dibidang
informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh kalangan perawat di dunia
internasional adalah teknologi PDA ( personal digital assistance. Di
masa yang akan datang, pelayanan kesehatan akan dipermudah dengan pemanfaatan personal
digital assistance (PDA). Perawat, dokter, bahkan pasien akan lebih mudah
mengakses data pasien serta informasi perawatan terakhir.
Definisi PDA (Personal Digital
Assistants) menurut Wikipedia
adalah sebuah alat komputer genggam portable, dan dapat dipegang
tangan yang didesain sebagai organizer individu, namun terus berkembang
sepanjang masa. PDA memiliki fungsi antara lain sebagai kalkulator, jam,
kalender, games, internet akses, mengirim dan menerima email, radio, merekam
gambar/video, membuat catatan, sebagai address book, dan juga spreadsheet.
PDA terbaru bahkan memiliki tampilan layar berwarna dan kemampuan audio, dapat
berfungsi sebagai telepon bergerak, HP/ponsel, browser internet dan media
players. Saat ini banyak PDA dapat langsung mengakses internet, intranet dan
ekstranet melalui Wi-Fi, atau WWAN (Wireless Wide-Area Networks). Dan terutama
PDA memiliki kelebihan hanya menggunakan sentuhan layar dengan pulpen/ touch
screen.7)
Bahkan sebuah PDA dengan pemindai bar code/gelang
data, saat ini sudah tersedia. PDA semacam ini memungkinkan tenaga kesehatan
untuk memindai gelang bar code/gelang data pasien guna mengakses rekam
medis mereka, seperti obat yang tengah dikonsumsi, riwayat medis, dan
lain-lain. Selain itu, informasi medis tersebut dapat pula diakses secara virtual
di mana pun kapan pun, dengan bandwidth ponsel yang diperluas atau
jaringan institusional internet nirkabel kecepatan tinggi yang ada di rumah
sakit. Di samping itu data pasien atau gambar kondisi/penyakit pasien dapat
didokumentasikan, untuk tujuan pengajaran atau riset, demi meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan. Meski demikian, PDA tidak akan dapat menggantikan
komputer/dekstop/laptop. Tetapi setidaknya, alat ini akan memberikan kemudahan
tenaga kesehatan untuk mengakses informasi di mana saja.
C.
Fungsi PDA bagi Perawat
Fungsi bantuan PDA untuk kita
sebagai perawat adalah perawat
dapat mengakses secara cepat informasi tentang obat, penyakit, dan perhitungan
kalkulasi obat atau perhitungan cairan IV fluid/infus; perawat dapat menyimpan
data pasien, membuat grafik/table, mengefisiensikan data dan
menyebarluaskannya; perawat dapat mengorganisasikan data, mendokumentasikan
intervensi keperawatan dan membuat rencana asuhan keperawatan; PDA dapat
menyimpan daftar nama, email, alamat website, dan diary/agenda harian; PDA
sangat berguna untuk program pembelajaran keperawatan; meningkatkan
keterlibatan dan hubungan pasien-perawat. Apabila pasien dan perawat memiliki
PDA, aplikasi komunikasi keperawatan tingkat mutahir dapat diterapkan, yang
tidak lagi menonjolkan peran tatap muka hubungan interaksi perawat-pasien
(telenursing). PDA dapat menunjang pengumpulan data base pasien dan RS, yang
berguna untuk kepentingan riset dalam bidang keperawatan. Sudah selayaknya
institusi pendidikan keperawatan sebaiknya memberikan penekanan penting dalam
kurikulumnya, untuk mulai mengaplikasikan "touch" over "tech"
(sentuhan tehnologi dalam bidang keperawatan). Sehingga saat si perawat
tersebut telah lulus, mereka dapat mengintegrasikan tehnologi dalam asuhan
keperawatan.
Dengan adanya komputer dan PDA di tempat kerja perawat,
dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan serta kelalaian/negligence,
meningkatkan mutu perawatan kepada pasien, dan meningkatkan juga kepuasan kerja
perawat. Sebagian besar perawat secara umum masih "gaptek" tehnologi,
termasuk PDA. Kita bisa memulai bergabung dengan grup penggermar PDA dan masuk
dalam kelompok/komunitas, atau dapat pula belajar dari para dokter, membuka
website tutorial/panduan PDA, mempelajari dari buku dan dari perawat lain yang
telah terbiasa menggunakan PDA. Mulailah mencoba dari hal yang sederhana
seperti agenda harian, organizer, mengambil/upload gambar, games, musik, dsb.
Pemanfaatan PDA dan tehnologi pada akhirnya berpulang
kepada perawat itu sendiri. Namun sudah semestinya diharapkan keterlibatan
institusi rumah sakit atau pendidikan keperawatan, agar mampu merangsang
pemanfaatan tehnologi informasi/nursing computer secara luas di negara kita. Di
Indonesia seyogyanya akan lebih baik jika dosen/CI (clinical instructor)
dari institusi pendidikan AKPER/STIKES/FIK mulai mengenal pemanfaatan PDA,
dalam interaksi belajar mengajar. Misalnya saja saat pre/post conference
pembahasan kasus praktek mahasiswa di RS apabila terdapat obat/tindakan
keperawatan yang rumit, maka dosen dan mahasiswa dapat langsung akses browser
internet.
Demikian pula halnya di level manajer keperawatan
setingkat Kepala bidang Keperawatan/supervisor keperawatan di RS pun demikian.
PDA sebagai organizer, dan smart phone dapat membantu bidang pekerjaan perawat
dalam peran sebagai manajer. Setiap kegiatan rapat, pengambilan keputusan,
penggunaan analisa data dan teori keperawatan dapat diakses segera melalui PDA.
Setiap data yang ada di RS dapat pula bermanfaat untuk bahan analisa riset
keperawatan, masukkan untuk perumusan kebijakan/policy dan penunjang
sistem TI (tehnologi informasi) di RS. Sehingga bukan tidak mungkin akan
tercipta nursing network (jaringan keperawatan online) yang dapat
memberikan pertukaran informasi data dan program kesehatan secara online tanpa
mengenal batas geografis.
Suatu saat, keperawatan, perawat, klien, asuhan
keperawatan akan bersinggungan dan berjalan seiringan dengan perkembangan
percepatan tehnologi. Sentuhan asuhan keperawatan dimasa mendatang bukan tidak
mungkin, akan semakin banyak berkembang pesat. Aplikasi telemetry (alat
monitor jantung pasien) di ruang rawat semisal medikal pada pasien jantung
koroner/MI, yang dimonitor melalui CCU untuk melihat irama dan patologi, sistem
data base pasien, dan bahkan di Singapura telah dikembangkan alat pengukuran
suhu pasien dengan dimonitor melalui komputer - menjadi terobosan baru yang
perawat perlu ketahui. Hingga ada saatnya pula tehnologi informatika dapat
membantu mengurangi beban kerja perawat, dan meningkatkan akurasi hasil asuhan
keperawatan yang diberikan di Indonesia.
D.
Perkembangan PDA di Indonesia
Perkembangan pemanfaatan PDA di dunia keperawatan
Indonesia nampaknya masih sangat minim, berbeda dengan di luar negeri yang
sudah berkembang pesat. Kemungkinan faktor penghambatnya yaitu kurang
terpaparnya perawat Indonesia dengan teknologi informatika khususnya PDA, masih
bervariasinya tingkat pengetahuan dan pendidikan perawat, dan belum
terintegrasinya sistem infirmasi manajemen berbasis IT dalam parktek
keperawatan di klinik. Mungkin perlu ada terobosan-terobosan dari organisasi
profesi perawat bekerjasama dengan institusi pelyanan kesehatan untuk lebih
mengaplikaskan lagi sistem informasi manajemen berbasis IT dalam memberikan
pelayanan ke pasien. Semula memang terasa menyulitkan dan membutuhkan waktu
lebih lama saat menerapkan program tersebut. Namun setelah terbiasa terasa
sangat membantu perawat sehingga mengurangi administrasi kertas kerja dalam
asuhan keperawatan. Seperti contohnya, perawat tidak perlu lagi mengisi format
tanda vital/vital signs pasien (dengan pulpen warna biru, merah, hitam,
hijau dsb), cukup dengan langsung entry ke komputer. Sehingga yang
semula ada sekitar 6 lembar kertas kerja yang perlu diisikan, sekarang cukup 1
saja yaitu nurses notes (catatan keperawatan).
E.
Kecenderungan
dan Isu dalam Bidang Sistem Informasi Manajemen Keperawatan di Indonesia
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah rangkaian
kegiatan atau komponen pengumpulan data yang satu sama lain berkaitan dalam
mengolah data kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat dalam
pengambilan keputusan yang akurat, cepat dan bermutu (Hafizurachman, 2000).
Sistem informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam
organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.
Sistem informasi mempunyai komponen-komponen yaitu proses, prosedur, struktur
organisasi, sumber daya manusia, produk, pelanggan, supplier dan rekanan (Eko,
2001). Kelompok ad hoc the Nursing Information systems National Study
Group (1982) di USA menghasilkan konsep Sistem Informasi Keperawatan : “ Suatu
sistem komputer yang digunakan untuk membantu dalam administrasi pelayanan
keperawatan, pemindahan pasien dan mendukung pendidikan dan penelitian
keperawatan”. Sistem Informasi Keperawatan merupakan sistem yang menggunakan
komputer untuk memproses data keperawatan menjadi satu bentuk informasi yang
mampu menunjang aktivitas/fungsi perawat.
Sistem informasi manajemen asuhan keperawatan mempunyai
banyak keuntungan jika dilihat dari segi efisien dan produktivitas. Beberapa
keuntungan menggunakan sistem informasi manajemen keperawatan adalah
meningkatkan kualitas dokumentasi, meningkatkan kualitas asuhan, meningkatkan
produktifitas kerja, memudahkan komunikasi antara tim kesehatan, memudahkan dalam
mengakses informasi, meningkatkan kepuasan kerja perawat, perawat memiliki
waktu lebih banyak untuk melayani pasien, menurunkan Hospital Cost, menurunkan
Lost of data and information, mencegah Redundancy (Kerangkapan
Informasi).
Sistem informasi manajemen berbasis komputer dapat
menjadi pendukung pedoman bagi pengambil kebijakan/keputusan di keperawatan /Decision
support system dan Executive information system (Eko, 2001). Informasi
asuhan keperawatan dalam sistem informasi manajemen yang berbasis komputer dapat
digunakan dalam menghitung pemakaian tempat tidur, BOR pasien, angka
nosokomial, penghitungan budget keperawatan . Data yang akurat pada keperawatan
dapat digunakan untuk informasi bagi tim kesehatan yang lain. Sistem informasi
asuhan keperawatan juga dapat menjadi sumber dalam pelaksanaan riset
keperawatan secara khusus dan riset kesehatan pada umumnya.
Sistem informasi manajemen asuhan keperawatan sudah
berkembang di luar negeri sekitar tahun 1992. Pada bulan September, sistem
informasi diterapkan pada sistem pelayanan kesehatan Australia khususnya pada
pencatatan pasien (Liaw, 1993).
Trend/Kecenderungan yang sedang berkembang tentang SIM
keperawatan di Indonesia adalah :
1.
Semakin
tingginya beban kerja perawat di rumah sakit menuntut adanya suatu sistem
teknologi informasi yang mampu mengatasinya. Tuntutan adanya dokumentasi
keperawatan yang lengkap dengan hanya menggunakan cara manual tulisan tangan
selama ini hanya menambah beban kerja perawat dan semakin mengurangi jumlah
waktu perawat bersama pasien. Sangat tepat apabila SIM keperawatan bisa
diaplikaskan.
2.
Sistem
informasi keperawatan di luar negeri sudah modern dan canggih dengan
memanfaatkan sistem teknologi informatika, sehingga perawat di luar negeri
mampu bekerja secara efisien dan dan berkualitas tinggi. Kondisi tersebut
diharapkan mampu diikuti oleh perawat di Indonesia.
3.
Perlunya
keperawatan di Indonesia memiliki sistem informasi manajemen keperawatan dalam
melakukan pelayanan kepada pasien di rumah sakit, sehingga perawat bisa bekerja
lebih efektif dan efisien.
4.
Pelaksanaan
proses asuhan keperawatan akan lebih cepat, efektif dan efisien dengan
menggunakan SIM.
5.
Diharapkan
hari rawat pasien lebih cepat karena interaksi pasien-perawat lebih banyak
sehingga tujuan asuhan keperawatan lebih cepat tercapai
6.
Profesionalisme
perawat akan semakin meningkat dan pengakuan kesetaraan antara profesi perawat
dengan medis akan lebih baik.
7.
Citra
perawat di masyarakat dan diantara profesi lain akan semakin baik.
8.
Penggunaan
SIM keperawatan akan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit
9.
Fakultas
Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) mulai tahun 2001 telah
mengembangkan suatu sistem asuhan keperawatan yang berbasis dengan komputer. Sampai saat ini sistem ini baru digunakan untuk proses
akademik pembelajaran komputer keperawatan. Sistem informasi asuhan keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan masih dalam tahap awal dan masih memerlukan
penyempurnaan (Haryati, 2001). Diharapkan sistem informasi asuhan keperawatan
FIK-UI di masa datang dapat mempercepat perkembangan sistem informasi yang
dapat diaplikasikan di rumah sakit maupun pelayanan keperawatan yang lain.
Sedangkan isu tentang SIM keperawatan di Indonesia sampai
saat ini adalah :
1.
Perawat
di Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk memiliki program SIM
keperawatan
2.
Belum
dilaksanakannya SIM keperawatan di Indoneisa berdampak terhadap semakin
tingginya beban kerja perawat. Sehingga
perawat berharap pihak manajemen RS segera mengaplikasikan program SIM
keperawatan.
3.
Beberapa
rumah sakit di Indonesia, sampai saat ini yang berkembang adalah Sistem
Informasi Rumah Sakit yang baru berupa billing system.
4.
Rumah
Sakit di Indonesia 99% masih melaksanakan pendokumentasian keperawatan secara
manual .
5.
Untuk
aplikasi sistem informasi manajemen asuhan keperawatan baru beberapa rumah
sakit saja yang sudah menerapkan dan itu pun masih terbatas, seperti Rumah
Sakit Fatmawati Jakarta dan rumah sakit Charitas Palembang. Informatika
keperawatan tidak lepas dari penggunaan teknologi computer untuk mendukung
praktik, administrasi, pendidikan dan penelitian keperawatan. Informatika
keperawatan dapat diaplikasikan untuk seluruh area keperawatan yang meliputi
praktik, administrasi, pendidikan dan penelitian. Berikut ini adalah contoh
aplikasi informatika keperawatan pada area praktik klinik keperawatan : work
list untuk mengingatkan perawat terhadap rencana intervensi keperawatan,
komputerisasi dokumentasi keperawatan, electronic medical record dan computer
based patient record, monitoring tanda-tanda vital dan informasi tagihan
keuangan(billing) (Marin et al., 2000).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Informatika keperawatan merupakan integrasi dari
keperawatan, informasi dan manajemen informasi dengan pemrosesan informasi dan
penggunaan teknologi komunikasi untuk mendukung upaya kesehatan (ICN, 2006).
Informatika keperawatan didefinisikan oleh ANA (American
Nursing Ascociation) sebagai perkembangan dan evaluasi aplikasi, alat, proses
yang membantu perawat mengelola data dalam melaksanakan asuhan kepada klien
atau dalam mendukung praktik keperawatan (ICN, 2006).
B.
Saran
Diharapkan dapat
meningkatkan kembali pembuatan makalah dan dapat berlanjut ke dalam bentuk
penelitian untuk mengetahui pengaruh maupun hubungan antara teknologi terhadap
ilmu keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus, G. P. (2011). Hubungan TIK dengan Keperawatan.
Palu: Tadulako.
Cahyono, I. R. (2015). Tehnologi Keperawatan. Bandung:
Media Aditama.
Cintya, & Harum, C. P. (2011). Keperawatan dan IPTEK.
Jogjakarta: Erlangga.
Linda, S. P. (2015). Pengaruh Erat Komunikasi Terhadap
Keperawatan. Palu: Tadulako.
Sukriman, B. H. (2013). Peran Tehnologi Dalam Keperawatan.
Jakarta: Mahardika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar